Akhirnya . . .

15 March 2018
Akhirnya . . .

Entah harus dimulai dari mana cerita ini. Mari sejenak merenung hal apa yang biasanya ingin diceritakan diawal, Ini bukan karena enggan bercerita tapi begitu banyak moment-moment yang ingin diungkapkan. Karena di fase ini, yaa inilah kehidupan nyata.

Tak lagi menjadi anak sekolah yang kadang makan pun masih disiapkan, tak lagi menjadi anak yang ngeluh akan tugas-tugas rumah. Dan ternyata tumbuh menuju dewasa itu tidak begitu mengenakan ya.

Kuliah..

Keren dan  intelek itulah yang terbayang saat masih menduduki masa-masa SMA. Demi, itu tak sekeren yang tampak sekilas depan mata. Tumpukan tugas, dorongan beradu gengsi dan berlomba tikung menikung gebetan semua bercampur di dalamnya. Intelek mungkin itu hanya berlaku untuk beberapa yang benar-benar ingin menimba ilmu, selebihnya hanya untuk memenuhi kewajiban seorang anak atas perintah orang tuanya.

Perjalanan menyusun tugas akhir, mengejar Dosen pembimbing, revisi yang tiada henti.. duh rasanya ingin mengibarkan bendera putih, berdamai dengan kondisi dan berkata saya menyerah.

Sampai pada waktunya semua terlewati, sesekali menoleh dan simpul senyum pun mengisi ucap “.. sebegitunya ya dulu..”

 

“ So.. What Next? ”

 

Rasa antusias untuk menghadapi kehidupan yang lebih nyata, sekolah yang tiada henti ialah sekolah kehidupan. Dimulai dengan perayaan sederhana bersama teman-teman seperjuangan untuk menuju tempat berjuang berikutnya.

 

 

 

-Enthusiastic Graduation-

Cerita lainnya

Komunikasi